Tidak ada
gading yang tidak retak.
Dan tidak
ada yang namanya boss yang sempurna. Kalo gw jadi boss gw juga mungkin bakal
jadi boss yang semprul buat anak buah gw. Dan gw terima gw kerja untuk si
Botak yang retaknya dimana2 itu…
Secara
personal, doski baek. Dia pernah naik gunung ke Tanzania, dan sempet ngambil
beberapa kerikil untuk dibawa pulang dan dikasihkan ke karyawannya dia. Dia pernah jalan ke Spanyol, dan
ngebawain coklat untuk anak buahnya.
Tapi soal
menejemennya parah pisaaannn..
Gua pikir,
gue orang yang paling suka menunda2 pekerjaan. Ternyata dia lebih lebih lagi.
Levelnya diatas gw.
Gue pikir,
gue orang yang paling pelupa sejagat. Ternyata doski pelupa lebih parah lagi.
Gue pikir,
gue orang yang lebih mudah panik. Ternyata dia paniknya ampun-ampunan.
Dan dia pikir
semua masalah bisa selesai dengan uang. Padahal dia pelitnya aduh biyung.
Dia pikir semua
orang kerja sama kayak dia: angkat telpon, mainan facebook, nonton film di
tempat gawe. Dia nggak tahu bagaimana birokrasi pemerintahan. Dia anggap kenal
dengan orang yang jabatannya paling tinggi itu berarti jalan pintas menyelesaikan
suatu masalah dengan tempo sesingkat2nya dan harga semurah2nya.
Salah,
Boss.
Makin tinggi pangkatnya, makin mahal lu bayar.
Dia selalu
memberikan mission impossible ke gw. Contoh, hari ini dia kasih gw kerjaan
untuk mengetahui cara bayar pajak untuk perusahaan yang berada di offshore
zone. Offshore
zone iku opo kamsute sih?? Zona tepi laut? Gw kudu tanya ke siapaaaa??
Dia kadang
memberikan jadwal diluar kepala buat temen gw. Contoh: Jam 3 harus antar
stempel ke Ubud, terus ambil duit di Ungasan, terakhir ambil dokumen di Canggu.
Karena
kantor tutup jam 5, asumsi gw dan temen gw: semua harus selesai dalam waktu 2
jam. Padahal dari kantor ke Ubud, pulang
pergi makan waktu 2 jam. Ke Ungasan juga sekitar satu jam. Karena sudah masuk
jam pulang kantor, berarti ada extra time untuk berasyik ria dalam kemacetan.
Kayaknya si
Botak bener2 retak… Otaknya sampe berceceran ke mana2..
No comments:
Post a Comment