Thursday, September 12, 2013

Pisau

Ada satu hal yang bikin kerjaan gw sedikit berantakan.
Kantor gw selama ini bertindak sebagai agen untuk turis perpanjang passpor, dll, dsb.
Selama ini kami bertindak sebagai tangan ketiga karena si Botak dulu ada kerjasama yang bagus dengan Agen A.
Tapi karena lama2 agen A nggak beres, kami pindah ke Agen B.

Kerjaan agen A yang kami bilang nggak beres adalah: proses pengerjaan visa yang lama, dia tidak pernah kasih tahu berapa lama proses visa bisa selesai. Jadilah kami kena komplain tamu karena proses perpanjang visa yang lama sekali. Dan yang bikin kami mati rasa adalah ketika gw udah kasih uang, dan uang tersebut disetor si Mbak ke akuntingnya dia. Nah, agen A ini komplain ke Botak kalo dia nggak terima uang itu padahal kuitansi dari akuntingnya dia itu ada! Aneh kan? Berarti kalau bener uang itu keluar dari gw, gw kasi ke si Mbak, dan si Mbak udah nyetor ke akuntingnya si agen, duit ipu posisi terakhir ya ada di akuntingnya dia. Sementara itu si akunting, dengan nangis2 bilang ke si Agen kalau dia sudah setor uang itu sejumlah ratusan ribu sekian lembar dan limapuluh ribu sekian lembar. Si Agen dengan muka batu mengatakan TIDAK PERNAH MENERIMA.

Nah lo, orang kantornya sendiri dia tikam.

Akhirnya kita ganti ke Agen B. Yang kenalan si Mbak.
Sekian lama kerjasama, kira2 4 bulan, tidak ada masalah. Kami dipermudah oleh agen B ini.
BUT...
Lama kelamaan, kayak orang yang overload kerjaan, si Agen B ini juga jadi sama lalai dengan Agen A. Passpor jadi molor. Dengan alasan: sistemnya memang begitu. Sempat beberapa kali dia juga kasih info yang salah, yang tadi dia bilang sedang proses tempe, diralat jadi proses tahu, dan diralat lagi jadi proses pisang goreng. Gw sebagai spokeperson company jadi gila ditempat. Apa yg harus gw bilang sama customer, coba? Malu kan gw, informasi kok mencla-mencle.

Dan ide dari gw dan si Mbak adalah untuk kami kerja sendiri, datang ke imigrasi untuk mengurus sendiri perpanjangan passpor. Dengan begini kita sendiri bisa kontrol dengan passpor2 klien kami sendiri. Tapi ternyata: batu sandungannya ada pada akta notaris. Akta notaris pendirian perusahaan tidak menyertakan pengusahaan pengurusan ijin tinggal orang asing. Alhasil kudu bikinlah akta lagi, sementara duit menipis.

Penonton bertanya: Kok bisa duit menipis? Nggak ada pemasukan ya neng?
Jawab : Iya, kagak ada pemasukan. Gw curiga klien2 gw diembat sama Madam Pompeye nih. Soalnya beberapa kali dia tanya soal proses perpanjangan passpor yang beginilah, begitulah, tapi pas ditanya alamat untuk kirim kurir si Madam ngeles supaya kita nggak ketemuan sama tamu yang nanya.



No comments:

Post a Comment