Thursday, August 29, 2013

..to protect my job from devastation..

Well, I have not tell you yet about my work friend.
Si Mbak.

Dia masuk ke perusahaan ini awal banget. Bisa dikatakan dialah yang juga membidani berdirinya perusahaan ini. Dia dulu ditawari kerja sebagai cleaning service. Sebagai orang yang baru bercerai dan butuh kerjaan, dia menyanggupi.

Saat itu di perusahaan ini ada 4 orang dengan 4 posisi. Boss (Botak), Sekertaris, Kurir, Cleaning Service (Si Mbak). Pas bulan pertama, Sekertaris dan Kurir mundur karena gaji yang rendah. Well, si Botak mah emang pelit. Nah, dia liat peluang. Dia menawarkan diri kerja merangkap kurir dan cleaning service. Dan gw masuk sebagai Sekertaris.

Selama gw kerja sama si Mbak, gw sih so far so good ya. Bahkan gw salut sama kekuatannya dia. Baru dia deh orang yang panas menggigilpun tetep masuk kerja. Dia juga orangnya blak-blakan banget. Dan gw pun kalo ada apa2 selalu koordinasi sama dia. Kami karyawan cuman 2 orang, kalau salah satu sakit, yang lain juga harus sanggup cover. Singkatnya, apa yg gw tahu si Mbak juga tahu. Kecuali masalah keuangan.

Selama kerja dengan dia, dia bisa diandalkan. Kecuali emosi. Well, untuk yang satu ini dia gak bisa jaga. Makanya gw yang bertugas ngadem2in dia. Dia juga ternyata punya latar belakang kerja di berbagai bidang. Karena itu waktu akhirnya si Botak mengadakan perubahan kepengurusan dan pemegang saham, gw ajukan nama si Mbak. Si Mbak gak bakalan gentar berhadapan dengan orang2 berseragam. Beda ma gw.

Nah, sewaktu si menejer masuk, si Mbak merasa kuat kalo si menejer akan mengincar dia.
Mungkin karena jabatan si Mbak menurut akta notaris adalah "direktur". Dan menurut dia si menejer mengincar jabatan itu. Dan mengincar pelanggan kami. My opinion? Well, si Mbak agak delusional kali yee.. :D

Lately, setelah kerja sekian lama dengan si menejer, keadaan kerjasama kita jadi acakadut buluk. Gw sama si Mbak gak bisa seakrab dulu. Si Mbak memang menarik diri, sering ambil tugas luar. Dan gw jg ga mau ketauan kalo kita suka ngegosip tentang si menejer. Kwaa..kwaaa

Dan si menejer sendiri. Apa yang dia lakukan?
Dia masuk ke perusahaan, dan melakukan hal2 yang menurut gw bukan kerjaannya dia. Dia selalu menyapa customer, menulis kontak dan nama mereka, and keep silent all the way. Jadi soal customer yang ngbrol sama dia itu cuman dia ma boss yg tahu. She take my job. Dan soal passpor juga dia kayaknya mau ambil alih dari si Mbak. Dia diam-diam nego harga dengan agen kami. Bayangkan. Kita punya agen yang harga dll dsb sudah deal, eh di nego lagi sama dia. Mbok ya cari agen lain dan nego dengan agen lain dong. Dan dia seenaknya aja menjanjikan kepada tamu, passpor kamu selesai sekian hari. Padahal tidak semua passpor itu perlakuannya sama. Ada yang kurang hari, ada yang harus ke kanwil, dll, dsb.

Huaahh... Entah sampe kapan gw bakal terlibat dalam sandiwara ini...
Atau apakah ini paranoia si Mbak belaka?
Tapi bahkan insting gw bilang supaya gw harus hati2 sama si menejer..

No comments:

Post a Comment