Sunday, July 7, 2013

Dream

Gw kira mimpi gw adalah jadi wanita karir.
Pake baju setelan cantik, sepatu, dan tas kulit jinjing.
Tapi setelah menjalani itu semua, gw sadar kalau ternyata impian gw bukanlah menjadi wanita karir. Yang gw impikan ternyata adalah bisa bangun siang, bisa nggak mandi kl lagi males, buka laptop baca mangascan sambil donlot2 film, tapi tetep dapet gaji bulanan. Kwaakwaaakwaaaa.....

Apa impian lo? Apa mimpi lo?
Tema ini terus gw putar ulang tiap tau. Tiap ultah gw. Tiap taun baru.
Apa impian lo?
Setelah menulis daftar keinginan dari angka 1 sampai sekian, pada akhir daftar itu ada satu yang gw tulis ulang tiap tahun. Gw ingin menemukan jati diri.

Okeh, menemukan jati diri adalah tema yang bikin galau remaja2 labil. Dan gw? Yang selangkah lagi menjauhi usia duapuluhan? Yea. Tetep. Mencari jati diri. Dan tiap taun, gw selalu terkaget2 oleh apa yang dibawa oleh waktu sebagai jawaban.

Beberapa tahun yang lalu, gw pikir panggilan jiwa gw adalah menulis.
Ternyata bukan itu.
Yang menjadi pendorong gw untuk menulis adalah karena gw ingin jadi somebody. Yang ketika orang ketik nama gw di kolom Goo**e search, mereka akan menemukan gw. Well, jaman dulu masih belum ada facebook, kawan. Dan gw ingin agar keberadaan gw yang ga penting ini diketahui oleh anak cucu kemudian. Taelaaahh...

Waktu TK, impian gw adalah berguna bagi nusa dan bangsa.
Impian gw saat SD adalah terpilih jadi petugas upacara tiap Senen.
Impian gw waktu SMP adalah deket dengan si *ehem
Impian gw waktu SMA adalah cepat lulus dari sekolah neraka..
Impian gw waktu kuliah..idem..plus kerja di Bali.
Impian gw sekarang....

Sebagai orang dewasa, banyak lah hal2 yang ingin kita lakukan dan masih belum kesampaian. Dan gw ingin meniti kembali jalan itu.
It is time to look inside of you, go back to your root.

Keep on dreaming.
Dream on.
Walk within dream.
Dream a dream.
Nggak ada salahnya untuk kembali bermimpi.
Atau melanjutkan kembali mimpi yang sempat tertunda.
Manusia itu tiada berbatas, kalau bisa melepaskan diri dari rasa ragu, dan takut.

No comments:

Post a Comment